Iklan di Jepang dikenal di seluruh dunia banyak menjadi hiburan yang menggelitik. Apakah itu lucu, sedih, sedikit membingungkan atau mimpi buruk yang aneh. Kebanyakan iklan memiliki sesuatu yang istimewa terjadi. Berikut salah satu iklan yang penulis kutip dari JapanToday.com yang membuat penulis kagum sekaligus kena trap berat. Mau tahu?

            Jadi iklan apa ini? dimulai dengan seorang yang guru bersiap-siap untuk pergi ke kelas penuh siswi SMA.awalnya terlihat normal, di dalam kelas juga hanya sekelompok gadis-gadis SMA nongkrong di ruang kelas, bermain gitar, membaca, dll.
Tapi kemudian tepat di tengah, sesuatu terjadi, setelah di timelapse ke belakang, keluar rahasianya!ternyata semuanya adalah laki-laki. Yang sebelumnya didandani dengan makeup dan aksesoris.
Pada akhirnya ini adalah iklan makeup SHISEIDO, dan mereka mengakhirinya dengan tagline ‘siapapun bisa menjadi cantik’ tidak ada yang salah dengan sedikit moisturization dalam hidupmu.

Ingin lihat videonya?silahkan klik disini , mungkin kamu juga bisa terkagum-kagum sekaligus aneh.
       Teknologi komputer yang semakin maju membuat perbedaan antara virtual dan kenyataan menjadi sangat tipis, mungkin kamu bisa tertipu dan berdecak kagum melihat gambar luar biasa ini.Seperti penulis kutip dari AkihabaraNews.com

             Orangtuanya, Teruyuki dan Yuki Ishikawa, memiliki impian besar memiliki anak perempuan yang cantik.Mereka ingin dia memainkan peran dalam film yang mereka produksi sendiri.Kapan dia akan menyempatkan waktu untuk sekolahnya?jangan khawatir, SAYA hanya nyata dalam layarmu.Dia tidak nyata.
        Pipi lembut, subur, rambut hitam dan mata kecoklatan semuanya adalah pencitraan yang dihasilkan oleh komputer.Kemampuan grafis komputer telah meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir yang mengakibatkan sulit membedakan kehidupan nyata atau hanya proses rendering komputer saja.ketika melihatnya pertama kali,mungkin SAYA terlihat sangat nyata.Tetapi setelah diperhatikan lebih lanjut,terlihat bahwa SAYA hanya hasil kreasi komputer.

        Penciptanya adalah pasangan suami istri Ishikawa,mereka bekerja sebagai pekerja lepas di Tokyo 3D CG Artist.SAYA dibuat pada waktu luang diantara pekerjaan komersial dan proyek-proyek pribadi mereka.Menurut mereka, bagian yang paling sulit dalam pembuatannya adalah mencapai kulit lembab, lembut, dan tembus pada gadis seusia ini.Rambutnya juga tidak sesuai dengan perkiraan mereka.

Sangat Realistis kan? :v


          Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang telah mengembangkan prototipe drone(pesawat tanpa awak) untuk digunakan dalam survei wilayah yang terkena tsunami, tanah longsor, atau bencana alam lainnya dalam operasinya memberikan bantuan.
   Seperti dilansir dari Japan-News.com, Drone akan terbang pada rute yang telah ditentukan selama sekitar 30 menit setiap kali terbang. Informasi yang dikumpulkan selama penerbangan akan digunakan untuk menemukan rute penyelamatan aman dan cepat bagi orang-orang yang terkena dampak bencana.
        Badan ini meminta produsen untuk memproduksi 2 drone berdasarkan prototipe.Badan Ini berencana menempatkan drone tersebut ke dua departemen pemadam kebakaran setempat pada bulan Maret tahun depan, katanya.
    Drone yang dikembangkan berdasarkan prototipe, didasarkan atas tanggapan permintaan untuk gambar video yang diambil dari atas, karena saat ini sulit untuk mengetahui lokasi orang yang membutuhkan penyelamatan.
     Di daerah bencana, puing-puing dan perubahan kondisi di tempat bencana sering mengganggu upaya penyelamatan.Drone bisa membantu dengan terbang di ketinggian rendah dimana helikopter mengalami kesulitan mendekati daerah bencana.
      Prototipe yang digunakan memiliki panjang 1 meter dengan berat 3,5 kilogram.Prototipe ini dapat membawa sampai 2,5 kilogram peralatan, seperti kamera dan detektor gas beracun.

    Menggunakan GPS(Global Positioning System), drone ini dapat mengikuti rute penerbangan yang diprogram terlebih dahulu dengan komputer.Selama penerbangan, drone ini mampu mengirim foto dan video ke staf di pusat dan mampu untuk membuat peta 3 dimensi dari daerah bencana menggunakan data gambar yang dikirimkan.